Penerapan kurikulum merdeka oleh Menteri pendidikan Kebudayaan riset dan teknologi Nadiem Makariem pada tahun ini, belum semua sekolah menerapkannya, namun satu diantara puluhan SMA Negeri di Kota Gunungsitoli terdapat satu SMA Negeri yang telah menerapkannya yakni SMA Negeri 2 Gunungsitoli.
Saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kepala sekolah SMA Negeri 2 Gunungsitoli, Siari Gulo, M.Pd menyebutkan untuk memaksimalkan penerapan kurikulum tersebut, pihaknya telah melakukan persiapan maksimal dengan menggelar workshop kepada tenaga pendidik dan juga pembelajaran terkait rancangan dari implementasi kurikulum merdeka.
“Dua bulan sebelumnya kita telah siapkan segala kelengkapannya melalui aplikasi dan modul dan juga kesiapan para bapak ibu guru termasuk saya sebagai kepala sekolah,” ujar Siari Gulo, M.Pd, Jumat (15/07/2022).
Kurikulum merdeka, lanjut Si’ari Gulo, dirancang lebih sederhana dan fleksibel disebut akan semakin membuat siswa lebih aktif, hal inj lantaran jenis-jenis aktivitas yang ada di dalam kurikulum ini lebih relevan dan banyak memberikan ruang untuk tugas berbasis proyek atau project base.
Dijelaskan, nantinya siswa yang mengikuti kurikulum merdeka belajar ini bakal merasa nyaman dan dapat berkembang, utamanya para siswa/siswi tidak lagi terbebani dengan masalah penjurusan karena nantinya mereka akan fokus memilih mata pelajaran apa saja yang akan dipelajari dan dikembangkan utamanya dalam persiapan menuju jenjang pendidikan selanjutnya dan hal itu bukan hanya menjadi diskusi dari guru dan murid saja tapi juga mendapat masukan dari bimbingan konseling dan orang tua siswa.
“Dengan terobosan kurikulum merdeka belajar ini siswa diajak bagaimana bisa mandiri, bisa berkolaborasi dengan orang banyak dan bagaimana siswa dibuat harus berpikir kreatif sebagaimana dengan arahan Menteri Pendidikan Nadiem Makariem yang mengharapkan pembelajaran akan jauh lebih memerdekakan, menyenangkan, mendalam, dan relevan untuk para pelajar,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang tenaga pendidik dari SMA Negeri di Kota Gunungsitoli yang belum menerapkan kurikulum merdeka menyebutkan, pihaknya masih membutuhkan persiapan lebih terutama pada kesiapan para guru.
“Pada prinsipnya kita siap melaksanakan kurikulum merdeka, hanya saja kita masih butuh waktu untuk mengimplementasikannya,” tutur seorang guru yang tidak ingin namanya disebut.
Tinggalkan Komentar